Pages

Senin, 10 Agustus 2015

Jingga Dalam Elegi (Jingga dan Senja #2)

BOOK review

Started on: 10 Agustus 2015
Finished on: 10 Agustus 2015

Jingga Dalam Elegi (Jingga dan Senja #2) by Esti Kinasih

Judul Buku : Jingga Dalam Elegi (Jingga dan Senja #2)
Penulis : Esti Kinasih
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 395
Tahun Terbit: 2011
Rating : 2

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Blurb

Sejak peristiwa pagi hari saat melihat mata Tari bengkak, Ari jadi penasaran. Benarkah itu hanya karena Ari menghapus nomor HP Ata dari HP Tari, ataukah karena Angga? Kalau memang karena Angga yang notabene musuh bebuyutan Ari, Ari ingin tahu apa yang telah dilakukan cowok itu terhadap Tari.

Setelah menemukan a shoulder to cry on pengganti Angga dalam diri Ata, perlahan-lahan Tari mulai melupakan Angga. Sikap Ata yang bertolak belakang dengan Ari membuat Tari nyaman bersama Ata. Ia pun curhat habis-habisan kepada Ata yang lembut, penuh perhatian, baik hati, dan yang baru belakangan Tari sadari berhasil membuat jantungnya berdebar tak keruan. Gangguan dan intimidasi Ari sampai tidak diacuhkannya. Inilah yang membuat Ari makin salah tingkah-kini saingannya bukanlah Angga, melainkan saudara kembarnya sendiri.

Namun, saat Tari merasa telah menemukan pelabuhan hatinya, satu rahasia besar perlahan-lahan terkuak.

Tari merasa... lambat laun Ata semakin mirip Ari....

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
My Opinion

Setelah membaca Novel 1 nya, saya memang penasaran dengan lanjutannya. Okei, lanjutan ceritanya keren memang. Tapi, saya pasti bukan satu2nya orang yang menebak kalau Ari menyamar jadi Ata. Tapi bukan itu point pentingnya. Saya rasa hal terpenting adalah bagaimana mba Esti membuka "fakta" itu dengan kejutan yang membuat pambacanya like "OH MY GOD!!" tapi saya tidak mendapat kejutan apapun. Too flat.

Teenlit ini memang berbelit, terlalu mendetail dan kadang membingungkan. Seperti halaman 142 kalau tidak salah sewaktu Ari mengatakan kepada Tari mengenai kejelakan Ata, eemh... bagian Tari naik tangga kemudian ditarik oleh Ari... eeemh... Bagian itu menurut saya terlalu berat untuk ukuran teenlit, walaupun saya suka detailnya... saat bagian "bumi mencengkramnya. bumi yang hangat. bumi yang berdetak.bumi yang mengulurkan kedua lengannya dan kini mengurungnya dalam lingkaran." nah menurut saya ini kalimat yang unik... gak tau kenapa pokoknya sukaaa aja...

kemudian juga pada bagian "bisikan itu hanya menelan sekejap waktu. segala yang terjadi bersamanya juga hanya sekejap waktu. namun, sekejap itu seolah menghentikan laju sang waktu. sekejap itu menyingkap yang tersembunyi. sekejap itu tak terpahami. sekejap yang seperti abadi."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar