BOOK review
Started on: 6 Agustus 2015
Finished on: 6 Agustus 2015
Dia, Tanpa Aku by Esti Kinasih
Judul Buku : Dia, Tanpa Aku
Penulis : Esti Kinasih
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 280
Tahun Terbit: 2008
Rating: 3/5
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Blurb
Ronald, cowok kelas 2 SMA, sudah lama naksir Citra yang masih kelas 3 SMP. Tapi Ronald belum mau PDKT. Ia menunggu sampai Citra masuk SMA, karena itu ia hanya bisa mengamati Citra dari jauh.
Saat yang ditunggu Ronald selama berbulan-bulan akhirnya tiba. Citra masuk SMA! Namun Ronald kecewa karena ternyata Citra masuk SMA yang sama dengan adiknya, Reinald, dan sekelas pula. Namun, keinginan dan harapan terbesar Ronald untuk mendekati Citra tak pernah terwujud. Cowok itu kecelakaan dan tewas di tempat, tidak jauh dari rumah Citra.
Reinald menganggap Citra-lah penyebab kematian kakaknya. Rasa marah dan keinginannya untuk menyalahkan Citra membuat sikapnya terhadap cewek itu menjadi penuh permusuhan. Keduanya kemudian kerap bertengkar tanpa Citra tahu pasti alasan sebenarnya.
Sikap Reinald berubah drastis ketika Citra memutuskan untuk tidak lagi mengacuhkannya. Kini Reinald berada di posisi yang sama seperti Ronald dulu. Perubahan sikap Reinald itu tanpa sadar mendekatkan keduanya. Dan akhirnya Reinald tak lagi ingin menjaga Citra demi almarhum kakaknya.
"Gue suka cewek lo," ucap Reinald suatu hari di depan foto Ronald. Dan itu membuat sang kakak kemudian "kembali"!
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
My Opinion
Jadi inget-inget masa SMA setelah baca buku ini. Saat diam-diam naksir sama adik kelas (ini temen-temenku yang cowok ya). Saat lupa bawa buku paket padahal buku itu statusnya wajib dibawa pada suatu mata pelajaran. Saat ngerjain PR di kelas kalau ada bagian-bagian yang gak tau jawaban. Dan banyak hal lainnya.
Cara penulisannya tetep Mba Esti banget di novel ini. Ada joke-joke yang pas, gak berlebihan. Ceritanya ngalir. Dan rada spooky juga sih di tengah-tengah. Tapi gak nyeremin banget lha. Penokohannya juga stabil, ga berbah-berubah. Cukup kuat malah. Aku paling suka adegan : ditengah lapangan, Reinald buka kemejanya dan kasih Citra buat nutupin roknya yg berlumuran dengan darah. Romantis itu sederhana gaess.. Hehehe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar