Pages

Tampilkan postingan dengan label > 200. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label > 200. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 November 2015

From Sumatra with Love


BOOK review

Started on: 29 November 2015
Finished on: 29 November 2015

From Sumatra with Love by Esi Lahur

Judul Buku : From Sumatra with Love
Penulis : Esi Lahur
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 232
Tahun Terbit: 2010
Rating: 4/5

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Blurb

Untuk mengisi liburan kenaikan kelas, Clarissa dan delapan sahabatnya jalan-jalan ke Sumatra. Mereka senang banget bisa melihat kota Medan, Danau Toba, Pulau Samosir, sampai ke Bukittinggi dan Rumbai.

Memang, sejak kelas sepuluh, Clarissa, Nadya, Kelly, Lia, Anty, Krisna, Sandro, Adi, dan Mahmud menabung sedikit demi sedikit hingga akhirnya bisa berangkat ke Medan walau menggunakan kapal laut. Berbagai peristiwa menarik terjadi di sepanjang perjalanan mereka yang memakan waktu hampir setengah bulan! Ada yang jatuh cinta, ada yang cemburu, ada yang sirik, ada yang manjanya kumat, juga ada yang bertengkar.

Suasana makin panas ketika Clarissa dan teman-temannya bermain Truth or Dare dengan ancaman siapa yang berbohong akan sial selama perjalanan. Entah mengapa setelah permainan di malam hari itu, Krisna hampir tiap hari ketiban sial. Apakah dia berbohong? Siapa sebenarnya yang ditaksir Krisna? Clarissa atau Lia? Masalah tak henti menerpa mereka. Ternyata Adi dan Mahmud sama-sama naksir Nadya. Wah... wah... kalau nggak segera dituntaskan, bisa gawat. Masa berangkat sebagai sahabat, pulang ke Jakarta jadi musuh?

Jadi, apakah petualangan kesembilan sahabat ini berakhir sukses?

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
My Opinion

Membacanya gak butuh waktu terlalu banyak. Ada banyak candaan serta arti persahabatan. Saya menyukainya. Terkhusus lagi, perut saya sempat kram lantaran terlalu banyak ketawa ngakak, gak tau saya yang aneh atau sambungan kotak ketawa saya yang lagi rusak, tapi emang bener bener lucu kok! Suer, edan!

Walau ada banyak tokoh, tapi tetap jelas dan mengalir. Konfliknya benar-benar terasa, cinta dalam persahabatan itu menarik ^^ Serasa ikut jalan-jalan ke Sumatra juga :)

Setelah selesai membaca novel ini aku jadi kangen sahabat-sahabatku. Lagi apa kalian disana gaes.. ? ;)

Selasa, 15 September 2015

ON

BOOK review

Started on: 22 Juli 2015
Finished on: 13 September 215

ON by Jamil Azzaini, Sofie Beatrix (co-writer)

Judul Buku : ON
Penulis : Jamil Azzaini, Sofie Beatrix (co-writer)
Penerbit : Mizania
Tebal : 280
Tahun Terbit: 2013
Rating: 5/5

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Blurb

Dalam hidup, kita selalu ingin bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi, baik menyangkut keuangan, jodoh, jabatan, dan keluarga. Cukup menekan tombol ON saja, kita sebenarnya telah bisa mengatasi segudang masalah. Di buku ini, saya mengusulkan cara menekan tombol ON tersebut. Terbukti dan teruji.

Apabila Anda telah membaca habis seluruh isi buku ini, lakukanlah step ON sepenuh hati, dan jalani selama 30 hari tanpa jeda atau meleset sehari pun. Rasakan sebuah lompatan mental yang akan Anda alami. Saya berdoa, ada sebuah keajaiban terjadi dalam hidup Anda. Catatlah lompatan mental dan keajaiban tersebut, lalu kirim melalui e-mail: JamilManagement@gmail.com. Ada kejutan dari saya menanti Anda!

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
My Opinion

Ini buku dengan jangka waktu terlama yang aku baca. Hehehe...Padahal hanya 280 halaman. Ini karena terselingi dengan beberapa novel.

Lalu apa yang membuat buku ini menarik? Saya tertarik dengan buku ini karena sering lihat testimoni di twitter tentang isi buku dan perubahan yang dialami oleh pembaca setelah melakukan yang dianjurkan buku ini. Berbekal rasa penasaran saya pun membeli buku ON.

Buku ON membahas tentang prinsip MOVE ON dengan 4 ON. Apa saja 4 ON yang dimaksud? Yaitu : Vision, action, passion dan collaboration. Dengan visi orang akan mudah menemukan tujuan hidupnya lalu beraksi (action) sesuai visi tersebut. Jika ingin perubahan yang drastis dalam 30 hari, maka dianjurkan untuk melakukan perubahan sikap dan perilaku yang seringkali menghambat terjadinya perubahan dalam diri. Kita bisa menentukan action dengan passion yang sesuai. Karena, pekerjaan yang bisa melesatkan kita pada pencapaian terbaik adalah pekerjaan yang sesuai dengan passion.

Passion bisa kita temukan dengan mengenali diri sendiri. Passion adalah segala sesuatu yang kita sukai dengan rasa cinta yang dalam. Kita pun harus mengenali apa saja kekuatan diri, apa saja kelemahan kita. Berfokus pada kekuatan akan membuat kita lebih menonjol dari orang lain. Inilah alasan mengapa Move ON dengan cara mengenali passion bisa membuat kita jadi lebih baik lagi.

Lalu berikutnya adalah colaboration. Kita memerlukan kolaborasi dengan orang lain dengan komunitas. Karena kita adalah makhluk sosial.

“Dibandingkan sendirian, kolaborasi bisa membuat tenaga yang dikeluarkan menjadi berkurang (-), hasil usaha menjadi berlipat(kuadrat), dan berkah melimpah(+)” (halm 193)

Kolaborasi bisa dilakukan dari rumah dengan mengajak keluarga kita untuk berbenah diri pula, melakukan Move ON dengan bersama-sama. Maka kita akan menemukan partner sukses saat berproses tersebut. Saat berkolaborasi ada etika yang harus diketahui, jangan sampai menyinggung perasaan orang lain dengan pertanyaan yang menyiksa. Ah, saya jadi ingat pertanyaan teman tentang “Kapan kamu menikah?” pertanyaan yang berulang yang kadang membuat saya pun bertanya, apa tidak ada pertanyaan lain selain itu untuk memulai percakapan? :D

Yang saya suka dari buku ini adalah bahasanya yang mengalir dan khas Pak Jamil, ada bumbu-bumbu canda tawa di tengah pembahasan serius. Hehe. Mungkin jarang ada trainer yang seperti ini ya? Pak Jamil mengetengahkan tema dengan studi kasus yang menarik perhatian pembaca, menelaah lebih detail dan memberi point penting apa saja yang harus dilakukan untuk bersegera melakukan perubahan. Hanya saja, saya agak kesulitan membaca buku ini karena highlight dan huruf-huruf yang dicetak untuk menunjukkan point penting justru diberi warna merah, rasanya mata saya pedas jika membacanya. Mungkin bisa diganti warna lain yang lebih soft dan nyaman buat mata ya? :)

Oke, kita sampai pada kesimpulan dari bahasan di buku ini, Move ON memang membutuhkan proses yang panjang, butuh konsistensi. Dan Pak Jamil sukses membuat saya percaya bahwa Move On bisa dilakukan asal mau berupaya dengan bekerja lebih keras dan bekerja cerdas dari sebelumnya. Karena Tuhan tak akan mengubah keadaan kita sampai kita yang mau mengubahnya! :)

Let’s move on with 4ON and be awesome! :)

Selasa, 11 Agustus 2015

8... 9... 10... Udah Belom?!

BOOK review

Started on: 11 Agustus 2015
Finished on: 11 Agustus 2015

8... 9... 10... Udah Belom?! by Laurentia Dermawan

Judul Buku : 8... 9... 10... Udah Belom?!
Penulis : Laurentia Dermawan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 208
Tahun Terbit: 2008
Rating: 3

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Blurb

Sewaktu masih kanak-kanak, Nesya dan Vino adalah teman sepermainan. Saat mereka bermain petak umpet dan Nesya bersembunyi, Vino malah pulang dan tidak muncul-muncul lagi. Sendirian dan ketakutan, Nesya terus bersembunyi, hingga akhirnya ditemukan oleh Mike.

Sepuluh tahun kemudian, Vino dan Nesya bertemu kembali. Vino tetap ingat pada Nesya, tapi Nesya tidak mengenali Vino. Ya, dua bulan sebelumnya Nesya mengalami kecelakaan bersama Mike, kekasihnya. Mike meninggal dunia, dan Nesya amnesia.

Vino jatuh cinta pada Nesya dan ingin membantu Nesya mengingat masa lalunya. Tapi setelah Vino tahu bahwa Nesya pacar almarhum Mike, sahabatnya sendiri, Vino malah ingin menutupinya. Vino ingin Nesya hanya mencintainya, tanpa mengingat kenangan akan Mike.

Dulu, saat Vino meninggalkan Nesya, Mike-lah yang menemukannya. Dan kini, saat Mike meninggalkan Nesya, akankan Vino yang mengisi hari-hari Nesya?


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
My Opinion
Tema ceritanya adalah tentang petak umpet dan siapa yang menemukan, siapa yang meninggalkan. Vino sering dimaki-maki oleh Nesya (sebelum cewek itu amnesia) karena meninggalkan Nesya, dan selalu berkata bahwa Mike adalah pahlawannya.

Alur ceritanya dimulai dari main petak umpet, lalu berkembang menjadi cerita yang menarik. Dilanjutkan dengan kedatangan Vino yang membuat hari-hari Nesya jadi lebih berwarna. Lalu ketika perasaan bersalah Vino karena menyukai Nesya, yang statusnya pun masih pacar Mike. Ditutup dengan ending yang manis dan memberi kesan yang dalam :) *bahkan sampe sekarang masih inget endingnya..*

Karakter-karakternya semua menarik, ada satu tuh yang sangat menarik, temennya Vino, Egi, yang celotehan-celotehannya membuatku tertawa :D Overall, semuanya keren kok. 


Eh iya, anyway, kenapa penggambaran tokoh Mike terlampau keren ya? Romantis, setia luar biasa, keren tongkrongan, ganteng, atletis, kaya raya, baik hati, ramah, lembut, dan nggak ada sombong-sombongnya. Terus di mana celanya? Umurnya yg pendek itu kekurangannya? Iya? Haduh, rada spoiler kan.

Jumat, 07 Agustus 2015

Dia, Tanpa Aku

BOOK review

Started on: 6 Agustus 2015
Finished on: 6 Agustus 2015


Dia, Tanpa Aku by Esti Kinasih

Judul Buku : Dia, Tanpa Aku
Penulis : Esti Kinasih
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 280
Tahun Terbit: 2008
Rating: 3/5

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Blurb

Ronald, cowok kelas 2 SMA, sudah lama naksir Citra yang masih kelas 3 SMP. Tapi Ronald belum mau PDKT. Ia menunggu sampai Citra masuk SMA, karena itu ia hanya bisa mengamati Citra dari jauh.

Saat yang ditunggu Ronald selama berbulan-bulan akhirnya tiba. Citra masuk SMA! Namun Ronald kecewa karena ternyata Citra masuk SMA yang sama dengan adiknya, Reinald, dan sekelas pula. Namun, keinginan dan harapan terbesar Ronald untuk mendekati Citra tak pernah terwujud. Cowok itu kecelakaan dan tewas di tempat, tidak jauh dari rumah Citra.

Reinald menganggap Citra-lah penyebab kematian kakaknya. Rasa marah dan keinginannya untuk menyalahkan Citra membuat sikapnya terhadap cewek itu menjadi penuh permusuhan. Keduanya kemudian kerap bertengkar tanpa Citra tahu pasti alasan sebenarnya.

Sikap Reinald berubah drastis ketika Citra memutuskan untuk tidak lagi mengacuhkannya. Kini Reinald berada di posisi yang sama seperti Ronald dulu. Perubahan sikap Reinald itu tanpa sadar mendekatkan keduanya. Dan akhirnya Reinald tak lagi ingin menjaga Citra demi almarhum kakaknya.

"Gue suka cewek lo," ucap Reinald suatu hari di depan foto Ronald. Dan itu membuat sang kakak kemudian "kembali"!

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
My Opinion

Jadi inget-inget masa SMA setelah baca buku ini. Saat diam-diam naksir sama adik kelas (ini temen-temenku yang cowok ya). Saat lupa bawa buku paket padahal buku itu statusnya wajib dibawa pada suatu mata pelajaran. Saat ngerjain PR di kelas kalau ada bagian-bagian yang gak tau jawaban. Dan banyak hal lainnya.

Cara penulisannya tetep Mba Esti banget di novel ini. Ada joke-joke yang pas, gak berlebihan. Ceritanya ngalir. Dan rada spooky juga sih di tengah-tengah. Tapi gak nyeremin banget lha. Penokohannya juga stabil, ga berbah-berubah. Cukup kuat malah. Aku paling suka adegan : ditengah lapangan, Reinald buka kemejanya dan kasih Citra buat nutupin roknya yg berlumuran dengan darah. Romantis itu sederhana gaess.. Hehehe

Kamis, 25 Juni 2015

The Enchanted Castle in Brundage

BOOK review

Started on: 24 Juni 2015
Finished on: 24 Juni 2015

The Enchanted Castle in Brundage by Tachibana Ikuno, Yūko Kasumi

Judul Komik : The Enchanted Castle in Brundage
Penulis : Tachibana Ikuno, Yūko Kasumi
Penerbit : M&C
Tebal : 216
Tahun Terbit: 2015
Rating: 3/5

------------------------------------------------------------------------------------------------------------ 
Blurb

Penyihir Donatian Charles menginginkan seorang putra untuk mewarisi kemampuan sihirnya. Untuk itu, dia menculik seorang gadis desa bernama Adrienne. Donatian Charles yang arogan dan Adrienne yang keras kepala, bisakah mereka hidup rukun bersama?

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
My Opinion


Dari halaman pertama komik ini sudah menceritakan Adrienne di kastil milik Donatian. Adrienne sudah bisa dipastikan sebel pake banget ke sang penculik. Seenaknya menculik Adrienne hanya karena menginginkan keturunan darinya. Ya ampyuuun, zaman dulu emang gitu kali ya.
 
Namun kejadian demi kejadian membuat hati Adriene luluh. Dimulai dari Adrienne yang tersesat ke dunia lain di balik kaca. Ehm, bukan tersesat juga sih, tapi lebih ke bertukar tempat dengan dirinya di dunia lain yang memiliki kepribadian berbeda. Dan hebatnya, Donatioan langsung tahu bahwa Adriene yang bersamanya bukan Adriene yang dia kenal. Ya iyalah, biasanya cerewet dan galak tiba-tiba jadi lembut. Tapi, Donatian langsung tahu begitu melihat lho. Hebat. Dan langsung deh Donatian menyelamatkan Adrienne yang asli. Mulai tumbuh tuh rasa antara mereka. 

Donatian yang digambarkan dingin dan suka seenaknya, bisa juga berhati lembut. Dia menyelamatkan Adrienne, gak cuma sekali. Donatian ini tipe cowok yang bikin greget gimana gitu bagiku. Adrienne yang ceria, perhatian dan manis sungguh pasangan yang pas untuk Donatian. Ceritanya manis. Walau singkat, tapi tetap asyik dibaca.

Jumat, 19 Juni 2015

Touché: Alchemist (Touché #2)

BOOK review

Started on : 18 Juni 2015
Finished on : 18 Juni 2015

Touché: Alchemist (Touché #2) by Windhy Puspitadewi

Judul Buku : Touché: Alchemist (Touché #2)
Penulis : Windhy Puspitadewi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 224
Tahun Terbit: 2014
Rating: 3/5

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Blurb

Hiro Morrison, anak genius keturunan Jepang-Amerika, tak sengaja berkenalan dengan Detektif Samuel Hudson dari Kepolisian New York dan putrinya, Karen, saat terjadi suatu kasus pembunuhan. Hiro yang memiliki kemampuan membaca identitas kimia dari benda apa pun yang disentuhnya akhirnya dikontrak untuk menjadi konsultan bagi Kepolisian New York.

Suatu ketika pengeboman berantai terjadi dan kemampuan Hiro dibutuhkan lebih dari sebelumnya. Pada saat yang sama, muncul seseorang yang tampaknya mengetahui kemampuannya. Kasus pengeboman dan perkenalannya dengan orang itu mengubah semuanya, hingga kehidupan Hiro menjadi tidak sama lagi

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
My Opinion

Aku sudah membaca Touché yang pertama. It was awesome! Genre buku seperti ini nih, yang saya demen. Dan akhirnya keluarlah bukunya yang kedua. Masih dengan konsep yang sama, tetapi beda cerita, setting, dan tokoh. Aaanndd, I hate it.

Sebagai penggemar cerita detektif, banyaaaak banget hal yang kurang pas. rasanya Mba Windy kurang pendalaman di bidang detektifnya. Dan hal-hal yang mengganjal :

1. Sam yang katanya detektif top di NY tapi kok gak nunjukkin kemampuannya, udah kayak Kogor Mouri aja ya. Kesannya malah gak ada harga dirinya sama sekali.
2. Bisa-bisanya Hiro tiba-tiba jadi konsultan detektif, bahkan tanpa menjelaskan dari mana dia bisa memecahkan kasus-kasusnya. Kalau di CSI mungkin si Hiro ini malah jadi top suspect-nya.
3. Karen yang bebas keliaran di crime scene. Meski dia anaknya detektif, ya gak bisa sembarangan juga. Hiro juga gak pernah pake sarung tangan pas di TKP. Plis deh, bisa-bisa mereka mencemari TKP.
4. Masa orang yang kedudukannya tinggi, bunuh orang pake tangannya sendiri? Bayar orang, kek. Mana tuh barang bukti dibuang di deket TKP. Direktur mana sih, yang buang puntung rokok di lantai gedung perusahaannya sendiri.
5. Pelakunya terlalu jelas. Alasan dia melakukan itu semua gak cukup kuat.

Kepikiran juga kenapa ini kelakuan tokoh-tokohnya kayak di detective conan? cuma aku yang merasa terlalu mirip atau emang kayak gitu?
1. Karen yg ayahnya detektif
jadi inget Ran sama Kogoro Mouri, udah cerai sama Eri, detektif, tp Ran ikut Bapaknya sih
2. Hiro
ih, kok Hiro mirip Shinichi? diandalkan kepolisian jepang mulu, dan ada alasan lain hiro mirip shinichi yg berlalu lalang diotakku tp tak bisa kujelaskan.
3. Samuel hudson (bener gak sih? lupa namanyaa)
dr segi keluarga emang kyak mouri, tp dr segi pekerjaan kayak polisi Megure! mengandalkan hiro banget dan menerima segala cercaan hiro. hahaha
4. hiro-karen
sial, sekampret kampretnya hiro, karen betah juga. dan aku merasa karen itu moe ya? haha. entah kenapa dengan alasan yang tidak bisa dijelaskan karen hiro kayak ran shinichi

Rabu, 17 Juni 2015

Touché (Touché #1)

BOOK review

Started on: 16 Juni 2015
Finished on:16 Juni 2015

Touché (Touché #1) by Windhy Puspitadewi

Judul Buku : Touché (Touché #1)
Penulis :Windhy Puspitadewi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 208
Tahun Terbit: 2011
Rating:

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Blurb

Selain kemampuan aneh yang bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain lewat sentuhan, Riska memiliki kehidupan normal layaknya siswi SMA biasa. Tapi semua berubah sejak kedatangan Pak Yunus, guru pengganti, dan perkenalannya dengan Indra yang dingin dan Dani si juara kelas.

Riska kemudian diberitahu bahwa dirinya adalah touché alias orang yang memiliki kemampuan melalui sentuhan, seperti halnya Indra, Dani, dan Pak Yunus sendiri. Seakan itu belum cukup mengejutkan, Pak Yunus diculik! Sebuah puisi kuno diduga merupakan kunci untuk menemukan keberadaan Pak Yunus.

Dengan segala kemampuan mereka, Riska, Dani, dan Indra pun berusaha memecahkan kode dalam puisi kuno tersebut dan menyelamatkan guru mereka.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
My Opinion

tema yg cukup unik untuk teenlit fantasi dalam negeri, tapi eksekusinya datar, pemecahan teka-tekinya rada maksa dan menurutku ada plot-hole besar di cara pikir pak yunus yg diomongkan di ending cerita, pdhl itu adalah dasar dr alur novel ini.

Dengan genre yang agak berbeda dari karya Ka Windhy lainnya, cukup menarik menurutku walau masih ada beberapa hal yang kurang sipp menurutku..

Tapi okelah kemampuan Indra, Riska, Dani dalam memecahkan kata sandinya... Walaupun terlihat Indra terlalu perfect dalam memecahkan dan menemukan tempat penculiknya, krena sebagian besar dia yg memecahkannya...

Begitupun saat memberi kode kepada Riska dan Dani lewat telepon memakai sandi morse... walau dengan tangan terikat

Mungkin ke depannya kalau ada edisi touche yang tokohnya msh sama yaitu Indra, Dani dan Riska, mungkin Ka Windhy sebaiknya memperlihatkan kemampuan Riska dan Dani yg lebih dalam memecahkan suatu kasus nantinya...